Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penurunan Stunting di Umbulharjo
Yogyakarta — Selasa, 26/05/2026, Upaya menurunkan angka stunting di Kemantren Umbulharjo terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Selasa, 26 Mei 2026, Kelurahan Sorosutan menjadi lokasi pelaksanaan Evaluasi Program Penurunan Stunting yang melibatkan unsur pemerintah, kesehatan, keamanan, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan menyusul meningkatnya angka stunting di Kelurahan Sorosutan pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai dua digit. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bersama agar program-program penanganan stunting ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Mantri Pamong Praja, Kapolsek, Danramil, Puskesmas, perwakilan KUA, serta unsur masyarakat lainnya. Evaluasi difokuskan pada diskusi dan pemetaan persoalan utama penyebab meningkatnya angka stunting sekaligus merumuskan langkah strategis penanganannya.
Dalam forum tersebut terungkap beberapa faktor penyebab stunting di wilayah Sorosutan, di antaranya kondisi sanitasi lingkungan yang kurang memadai, rumah tanpa ventilasi, letak septictank yang berdekatan dengan sumber air, hingga kondisi pemukiman padat penduduk. Selain itu, paparan asap rokok dari orang tua yang memiliki balita dan baduta juga menjadi salah satu faktor risiko.
Permasalahan pola asuh turut menjadi perhatian. Masih ditemukan orang tua yang menitipkan pengasuhan anak kepada kakek dan nenek yang sudah lanjut usia sehingga pengawasan dan pola asuh terhadap balita kurang optimal. Di sisi lain, kekosongan pemberian makanan tambahan (PMT) pada Januari hingga Maret akibat bantuan DANAIS dan BOK yang baru dimulai bulan Maret turut memengaruhi kondisi gizi anak.
Meningkatnya angka stunting ini menjadi keprihatinan bersama dan membutuhkan keterlibatan lintas sektor dalam penanganannya. Kepolisian, Koramil, KUA, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya diharapkan terus bersinergi untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Umbulharjo.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa KUA memiliki peran aktif dalam mendukung program penurunan stunting melalui pembekalan calon pengantin (catin) yang wajib mengikuti bimbingan perkawinan sebelum akad nikah dilaksanakan. Selain itu, edukasi kesehatan keluarga juga terus dilakukan kepada kelompok masyarakat seperti majelis taklim, remaja masjid, dasawisma, PKK, dan komunitas lainnya sebagai langkah preventif membangun keluarga sehat dan berkualitas. [isni]






