Healing Qurani Jadi Bekal Kelola Emosi, KUA Umbulharjo Gelar Pembinaan Masyarakat di Kalurahan Semaki
Umbulharjo – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Umbulharjo kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan pembinaan masyarakat sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas kehidupan spiritual warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026) di Kantor Kalurahan Semaki dan diikuti oleh masyarakat setempat dengan antusias.
Pada kesempatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Sugiharto, menyampaikan materi bertema “Membersihkan Emosi Negatif dan Parasit Diri melalui Healing Qurani.” Tema tersebut mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan, penyembuhan, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dalam pemaparannya, Sugiharto menjelaskan bahwa proses penyembuhan diri tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga memerlukan upaya membersihkan hati dari berbagai penyakit batin. Emosi negatif seperti amarah, iri hati, dengki, prasangka buruk, dan rasa benci merupakan “parasit diri” yang dapat menghambat kebahagiaan serta kualitas hubungan dengan sesama maupun dengan Allah SWT.
Melalui pendekatan Healing Qurani, peserta diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tilawah, tadabbur, dzikir, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap individu diharapkan mampu mengelola emosi secara lebih bijaksana, membangun ketenangan batin, serta menjadi pribadi yang lebih sehat, produktif, dan berakhlak mulia.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian serta aktif berdialog dan menyampaikan berbagai pengalaman yang berkaitan dengan pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang menyentuh aspek spiritual sekaligus psikologis sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Umbulharjo berharap pembinaan yang diberikan tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi bekal bagi masyarakat dalam membangun ketahanan spiritual, mengelola emosi secara positif, serta mewujudkan keluarga dan lingkungan yang harmonis, sehat, dan religius.(Haraka).






