Tadarus dan Rakordasi Selasa Pagi, KUA Umbulharjo Perkuat Spirit Pelayanan dan Sinergi Program Pemberdayaan Umat

Rakordasi kUA 14 Juli 2026

Umbulharjo, Selasa, 14 juli 2026,– Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Umbulharjo kembali mengawali aktivitas kerja dengan tadarus Al-Qur’an yang dilanjutkan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) pada Selasa (14/7/2026) di Aula KUA Umbulharjo. Kegiatan rutin ini menjadi sarana memperkuat pembinaan spiritual sekaligus menyelaraskan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh pegawai KUA Umbulharjo. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca secara bergantian menghadirkan suasana khusyuk dan penuh ketenangan, menjadi pengingat bahwa setiap tugas pelayanan merupakan bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Setelah tadarus, pembinaan rohani disampaikan oleh Ahmad Fadlan, S.Hum. dengan tema “Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari.” Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa lisan merupakan amanah yang harus dijaga karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

“Seorang muslim, terlebih sebagai aparatur yang melayani masyarakat, hendaknya membiasakan perkataan yang baik, menghindari ghibah, fitnah, serta ucapan yang dapat menyakiti orang lain. Komunikasi yang santun merupakan bagian dari akhlak mulia sekaligus cerminan integritas seorang pelayan publik,” ungkapnya.

Usai pembinaan rohani, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kemantren Umbulharjo, Sehona, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan komunikasi antarseluruh jajaran agar setiap program dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembahasan utama dalam rakordasi kali ini difokuskan pada Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, meliputi pemetaan calon penerima manfaat, mekanisme pelaksanaan, hingga strategi pendampingan agar program mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, forum juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai layanan KUA, membahas sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, serta berbagi praktik-praktik baik dari KUA lain sebagai bahan pembelajaran untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Berbagai masukan dari peserta menjadi bahan penyempurnaan program kerja ke depan. Sehona mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat kolaborasi, meningkatkan profesionalisme, serta membangun budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima.

“Koordinasi yang baik akan menghasilkan pelayanan yang lebih optimal. Mari kita terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas kerja, dan menghadirkan pelayanan yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pesannya.

Melalui kegiatan tadarus dan rakordasi yang dilaksanakan secara rutin, KUA Kemantren Umbulharjo berkomitmen membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Sinergi antara penguatan spiritual dan evaluasi kinerja diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, berintegritas, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Haraka).