Rakordasi KUA Umbulharjo Tekankan Sikap Rendah Hati dan Disiplin Administrasi

Rakordasi KUA 25 Mei 2026

Yogyakarta — Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakordasi) pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 73–122 yang diikuti seluruh pegawai dan penyuluh.

Dalam kultum pagi, Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., menyampaikan pesan tentang karakter muslim yang dicintai Allah dan dijauhkan dari api neraka. Beliau mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang empat sifat utama yang perlu dilatih dalam kehidupan sehari-hari. “Orang yang tidak tersentuh api neraka adalah mereka yang memiliki sifat hayyin, layyin, sahlun, dan qoribun,” tutur Sehona.

Beliau menjelaskan bahwa sifat hayyin berarti rendah hati dan tidak mudah merendahkan orang lain. Sikap tersebut, menurutnya, bukan bawaan lahir semata, tetapi harus dilatih terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu, sifat layyin atau lemah lembut dalam bertutur kata juga menjadi perhatian penting. Sehona mengingatkan bahwa Allah SWT bahkan memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berbicara dengan lembut kepada Fir’aun yang dikenal sangat zalim. “Kalau kepada orang yang paling jahat saja diperintahkan berkata lembut, maka kita pun harus belajar menjaga tutur kata,” ungkapnya.

Sifat berikutnya adalah sahlun, yaitu memudahkan urusan dan tidak mempersulit orang lain. Sedangkan qoribun dimaknai sebagai pribadi yang akrab, ringan bergaul, dan tidak menjaga jarak dengan sesama.

Pada sesi rakordasi, Sehona juga menekankan pentingnya kedisiplinan administrasi dan kehadiran pegawai. Ia meminta seluruh jajaran memperhatikan ketertiban absensi dan segera menindaklanjuti temuan yang menjadi catatan dari Kantor Wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, penyuluh agama Islam Da’i Iskandar menyampaikan perkembangan pendataan penyelenggaraan  Idul Adha 1447 H. Hingga saat ini tercatat sebanyak 44 titik penyelenggaraan, dan data diperkirakan terus bertambah hingga mencapai sekitar 104 titik sebagaimana data tahun sebelumnya. Data khatib dan imam di setiap kelurahan juga telah dihimpun.

Rakordasi berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat perbaikan bersama. Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai dan penyuluh diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menumbuhkan karakter pribadi yang rendah hati, lembut, dan memudahkan sesama sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. (Zul).