Penyuluh KUA Umbulharjo Tanamkan Makna Kehidupan Melalui Kajian “Sangkan Paraning Dumadi” di Lapas Wirogunan
Yogyakarta (KUA Umbulharjo) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Umbulharjo, Sugiharto, S.H., kembali memberikan pembinaan keagamaan kepada santri warga binaan Madrasah Al Fajar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta, Rabu (29/7/2026). Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan kajian bertema “Sangkan Paraning Dumadi”, yang mengupas makna asal-usul dan tujuan hidup manusia menurut perspektif Islam.
Dalam pemaparannya, Sugiharto menjelaskan bahwa falsafah Jawa sangkan paraning dumadi memiliki nilai yang selaras dengan ajaran Islam. Sangkan berarti asal, paran berarti tujuan, dan dumadi berarti makhluk atau ciptaan. Filosofi tersebut mengingatkan bahwa manusia berasal dari Allah Swt., menjalani kehidupan di dunia sebagai hamba-Nya, dan kelak akan kembali kepada-Nya.
Sebagai landasan, ia mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Sugiharto mengajak para warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan di akhirat. Menurutnya, kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara sehingga setiap insan perlu mempersiapkan diri dengan ibadah dan akhlak yang baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Agama Kota Yogyakarta dengan Lapas Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta dalam memberikan pembinaan spiritual bagi warga binaan. Melalui pembinaan yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan para warga binaan semakin memahami nilai-nilai keislaman, memiliki semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat. (Sugi).






