Buka Bimwin Angkatan VI, KUA Umbulharjo Resmikan Sumur Teba sebagai Ikhtiar Membangun Keluarga Peduli Lingkungan

Ekoteologi 2

Yogyakarta, 15 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Umbulharjo mengawali pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan VI Tahun 2026 dengan meresmikan Sumur Teba sebagai wujud nyata implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada program prioritas Ekoteologi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7) tersebut menjadi simbol bahwa membangun keluarga sakinah harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Peresmian Sumur Teba dilakukan langsung oleh Kepala KUA Kemantren Umbulharjo, Sehona, S.Ag., disaksikan oleh para peserta Bimbingan Perkawinan Angkatan VI. Momentum ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Bimwin yang bertujuan membekali calon pengantin agar siap membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial maupun ekologis.

Dalam sambutannya, Sehona menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk budaya peduli lingkungan. Oleh karena itu, nilai-nilai keagamaan yang diberikan kepada calon pengantin tidak hanya berorientasi pada keharmonisan rumah tangga, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga ciptaan Allah SWT. Menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah. Rumah tangga yang sakinah tidak hanya menghadirkan ketenteraman bagi penghuninya, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Kami berharap para calon pengantin dapat memulai kehidupan baru dengan semangat menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sumur Teba yang diresmikan merupakan sarana sederhana untuk mengelola limbah organik rumah tangga secara ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan sumur ini, sampah organik dapat diolah dan dikembalikan ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

Pemilihan peserta Bimbingan Perkawinan sebagai saksi peresmian memiliki makna yang mendalam. KUA Umbulharjo ingin menanamkan sejak awal bahwa keluarga adalah agen perubahan dalam mewujudkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengolah limbah organik, menghemat penggunaan air, serta menanam dan merawat tanaman di lingkungan rumah merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mengimplementasikan program Ekoteologi, yaitu mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap pelestarian alam. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.

Dengan diresmikannya Sumur Teba bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Perkawinan Angkatan VI, KUA Umbulharjo berharap setiap keluarga baru yang lahir dari program ini tidak hanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, tetapi juga menjadi keluarga yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sebab, perubahan besar untuk masa depan bumi selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di dalam keluarga. (Haraka).