KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, merupakan kantor yang bertugas melayani berbagai urusan keagamaan, terutama terkait perkawinan.
Yogyakarta — Kamis, 21/05/2026, Upaya penanganan persoalan sampah di Kota Yogyakarta terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi lintas sektor. Sejalan dengan program Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengatasi kedaruratan sampah, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggandeng Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Sampah pada Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)”.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, di Rumah Makan Kebon Ndelik, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta ini dihadiri perwakilan MDT se-Kota Yogyakarta. Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Isni Sulistyawati, S.Ag., hadir mewakili MDT Tawakkal Golo Pandeyan dalam forum tersebut.
Agenda ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola sampah berbasis lembaga pendidikan keagamaan nonformal. Melalui forum ini, PD Pontren berharap madrasah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga menjadi pusat edukasi kepedulian lingkungan bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Dalam rembuk bersama tersebut, peserta diajak mendukung program pemerintah melalui pendekatan keagamaan dan pembiasaan hidup bersih di lingkungan madrasah. Para utusan MDT diharapkan mampu mengimplementasikan hasil koordinasi ini dengan memberikan pemahaman kepada santri maupun wali santri tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan.
FKDT juga menyatakan dukungannya terhadap program strategis Wali Kota Yogyakarta melalui gerakan Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Gerakan ini mengusung konsep “5 Langkah Peduli Sampah” yang dinilai mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah. Melalui pembiasaan sederhana tersebut, diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan secara bertahap.
Pada kesempatan itu, Isni Sulistyawati, S.Ag., menegaskan kesiapan MDT Tawakkal Golo Pandeyan untuk turut mengkampanyekan gerakan peduli sampah di lingkungan madrasah. Menurutnya, sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan program lingkungan seperti Mas Jos menjadi langkah penting dalam membentuk generasi santri yang peduli terhadap kelestarian alam.(Isni).