Penyuluh Agama KUA Umbulharjo Ikuti Sambang Kampung, Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting
Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Ahmad Fadlan, S.Hum., mengikuti kegiatan Sambang Kampung pada Kampung Keluarga Berisiko Stunting yang dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, di wilayah Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi sarana koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya bersama melakukan pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kota Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kunjungan ke tiga lokasi rumah warga dengan sasaran tiga bayi sebagai bagian dari pendampingan dan pemantauan keluarga yang memiliki risiko stunting.
Melalui kunjungan tersebut, berbagai pihak dapat melihat secara langsung kondisi keluarga sekaligus memperkuat koordinasi dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan Sambang Kampung juga menjadi wujud kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak serta komitmen untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. KUA Umbulharjo melalui peran penyuluh agama turut mengambil bagian dalam upaya tersebut, khususnya melalui pendekatan pembinaan keluarga serta penguatan nilai-nilai kehidupan keluarga.
Kolaborasi antara pemerintah, KUA, kader, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap pencegahan stunting. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendampingan kepada keluarga, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting.
Dengan dilaksanakannya Sambang Kampung di tiga lokasi sasaran, diharapkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor semakin kuat sehingga program pendampingan keluarga dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah bersama untuk mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera serta memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.(Fadlan).
