Penyuluh Bergerak dan Berdampak, Saebani Prakarsai Pelatihan Rukti Jenazah Perempuan di Warungboto

Rukti Jenazah

Yogyakarta (KUA Umbulharjo), 11 Agustus 2026 – Jargon “Penyuluh Bergerak dan Berdampak” terus diwujudkan Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya dilakukan Saebani, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, yang memprakarsai pelatihan rukti jenazah bagi kaum wanita di Kelurahan Warungboto.

Saebani, Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, juga masuk dalam kepengurusan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Warungboto atau Tuwanggono, khususnya pada Seksi Keagamaan. Melalui peran tersebut, ia menggagas pelatihan rukti jenazah perempuan sebagai salah satu program utama untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Gagasan ini berangkat dari realitas di tengah masyarakat yang masih terbatas dalam ketersediaan kaum roisah, yakni perempuan yang memiliki kemampuan dalam mengurus jenazah perempuan. Kondisi tersebut menyebabkan dalam situasi tertentu jenazah perempuan masih ditangani oleh kaum rois atau laki-laki. Karena itu, diperlukan kaderisasi dan peningkatan kapasitas kaum perempuan agar pengurusan jenazah perempuan dapat dilaksanakan sesuai dengan tuntunan dan kaidah syariah.

“Keterbatasan jumlah kaum roisah menjadi salah satu perhatian kami. Melalui pelatihan ini diharapkan semakin banyak perempuan yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk membantu masyarakat dalam mengurus jenazah perempuan sesuai tuntunan syariat,” ujar Saebani.

Pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Saebani menggandeng para takmir masjid di wilayah Kelurahan Warungboto serta mendapat dukungan dari Kantor Kelurahan Warungboto dan Badan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Pelatihan rukti jenazah perempuan dilaksanakan di Masjid Uzlifatil Jannah, Warungboto, dengan peserta berbasis kewilayahan RT se-Kelurahan Warungboto. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas kaum roisah dan calon roisah.

Hadir sebagai narasumber H. Danang Dwi Yantoro, Ketua Kaum Rois Kota Yogyakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pengurusan jenazah perempuan, mulai dari persiapan hingga praktik, dengan memperhatikan ketentuan serta kaidah syariah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi peran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat. Penyuluh tidak hanya hadir memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menginisiasi program yang memberikan solusi terhadap persoalan keagamaan secara langsung.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir semakin banyak kaum roisah yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lebih jauh, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Harapannya, program yang dilaksanakan di Warungboto ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk melakukan kegiatan serupa. Dengan semakin banyaknya kaum roisah yang terlatih, masyarakat akan lebih siap dalam menangani jenazah perempuan sesuai dengan kaidah syariah.(Sae).