Pengajian FORKOMPIMTREN Umbulharjo Perkuat Integritas dan Spiritualitas Aparatur

Pengajian Forkompimtren 2. 8 Juli 2026

Umbulharjo (Rabu, 8/7/2026) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo, Sehona, S.Ag., bersama para Penyuluh Agama Islam mengikuti Pengajian Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (FORKOMPIMTREN) Umbulharjo yang diselenggarakan di Pendopo Kemantren Umbulharjo, Rabu (8/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB tersebut menjadi media pembinaan mental spiritual sekaligus penguatan sinergi antarinstansi di wilayah Kemantren Umbulharjo.

Pengajian dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren Umbulharjo yang terdiri atas Kemantren Umbulharjo, KUA Umbulharjo, Polsek Umbulharjo, Koramil Umbulharjo, Puskesmas, para Lurah, serta aparatur dari berbagai instansi di lingkungan Kemantren Umbulharjo.

Bertindak sebagai penceramah, Ustadz Abdul Halim Setyo Purwadi menyampaikan tausiyah bertema pentingnya menjaga amanah sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap amanah yang diterima manusia merupakan tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

 

“Setiap jabatan dan pekerjaan adalah amanah. Karena itu, hendaknya dijalankan dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan agar bernilai ibadah di sisi Allah Swt.,” tuturnya.

Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Abdul Halim juga mengulas enam perkara yang dirahasiakan Allah Swt., sebagaimana dinisbatkan kepada Sayyidina Umar bin Khattab, yaitu rida Allah, murka Allah, malam Lailatul Qadar, ajal manusia, hamba yang dicintai Allah, dan waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat. Pemahaman terhadap hal tersebut diharapkan mampu mendorong setiap muslim untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan menjaga kualitas ibadah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah Swt. akan bernilai ibadah. Oleh sebab itu, aparatur pemerintah dituntut tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Pada penghujung acara, doa dipimpin oleh Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., yang memohon kepada Allah Swt. agar seluruh aparatur diberikan kekuatan, kesehatan, dan keistiqamahan dalam mengemban amanah serta senantiasa mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Keikutsertaan Kepala KUA beserta Penyuluh Agama Islam dalam Pengajian FORKOMPIMTREN merupakan wujud komitmen KUA Umbulharjo dalam membangun aparatur yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga memiliki karakter religius. Melalui pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan nilai-nilai keagamaan semakin terinternalisasi dalam pelaksanaan tugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan secara prima, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan.(Fahmi).