Penghulu KUA Umbulharjo Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di MTsN 1 Giwangan, Perkenalkan Program MOST KUA

The Most KUA 1

Yogyakarta — Jum’at, 27 Februari 2026, Upaya pencegahan pernikahan usia dini terus digencarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo. Salah satunya melalui kegiatan edukasi yang disampaikan langsung oleh Penghulu KUA Umbulharjo, Ghufron, kepada para siswa di MTsN 1 Yogyakarta yang berlokasi di kawasan Giwangan.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jum’at 27 Februari 2026, sebanyak 180 peserta didik mengikuti penyuluhan bertema bahaya dan dampak pernikahan dini. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya kesiapan mental, fisik, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dalam pemaparannya, Ghufron menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar hubungan dua individu, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, baik secara emosional, pendidikan, maupun ekonomi. Jika dilakukan terlalu dini, risiko yang muncul bisa sangat besar, mulai dari masalah kesehatan, konflik rumah tangga, hingga putusnya pendidikan,” jelasnya di hadapan para siswa.

Beliau  juga menambahkan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi langkah strategis untuk mencegah praktik pernikahan usia dini yang masih terjadi di berbagai daerah.
Selain membahas dampak sosial dan psikologis dari pernikahan dini, Ghufron juga memperkenalkan program inovatif Kementerian Agama yang dikenal sebagai MOST KUA (Move for Sakinah and Mashlahat). Program ini merupakan gerakan yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami nilai-nilai keluarga sakinah sejak dini.

Melalui program MOST KUA, masyarakat diajak untuk lebih sadar terhadap pentingnya perencanaan kehidupan keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun rumah tangga yang membawa kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar pernikahan, pendidikan, serta perencanaan masa depan.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan edukasi ini karena dinilai mampu memberikan wawasan penting bagi para siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka.
KUA Umbulharjo berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai sekolah, sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menunda pernikahan hingga mencapai kesiapan yang matang demi terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (Haraka).