Perkuat Peran Takmir Masjid, KUA Umbulharjo Bersinergi dalam Pembinaan Keagamaan dan Evaluasi STQH 2026

Pembinaan Takmir Masjid 1

Yogyakarta (KUA Umbulharjo) – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Kemantren Umbulharjo bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo menggelar kegiatan Pembinaan Takmir Masjid sekaligus Evaluasi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tahun 2026, Jumat (23/10/2026), bertempat di Pendopo Kemantren Umbulharjo.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh  ketua takmir masjid se-Kemantren Umbulharjo serta unsur terkait. Pertemuan tersebut menjadi sarana memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas pengurus masjid, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan STQH 2026 sebagai bagian dari upaya mengembangkan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara KUA, pemerintah /kemantren, organisasi keagamaan, dan para pengurus masjid dalam mewujudkan pembinaan umat yang terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh  Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo, Drs. Ananto Wibowo, S.IP,. M.I.P., serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kemantren Umbulharjo, Kusmanto, S.Ag,.. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung kehidupan keagamaan yang harmonis di wilayah Umbulharjo.

Pembinaan disampaikan oleh Bapak.H.Ahmad Mustafid,S.Ag,M.Hum,. yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau memberikan penguatan mengenai peran strategis takmir masjid dalam mengelola rumah ibadah agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, dakwah, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan umat.

Melalui pembinaan tersebut, para pengurus masjid diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan masjid yang tertib, pelayanan keagamaan yang berkualitas, serta program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masjid diharapkan mampu menjadi ruang yang mempersatukan umat, menumbuhkan kepedulian sosial, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pembinaan takmir, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan STQH Tahun 2026. Evaluasi dilakukan sebagai bahan refleksi bersama guna mengidentifikasi hal-hal yang telah berjalan baik serta aspek yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang diharapkan semakin tertata dan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mencintai serta mengamalkan Al-Qur’an dan hadis.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Imam Muhtarom, Selanjutnya, kegiatan dipandu oleh Siti Zulaihah, Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, selaku pembawa acara. Para ASN Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Keterlibatan penyuluh agama Islam menjadi bagian dari komitmen KUA Umbulharjo dalam memperluas jangkauan pembinaan umat melalui kemitraan dengan pemerintah, organisasi keagamaan, dan pengurus masjid. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kemantren dan KUA Umbulharjo berharap terbangun koordinasi yang semakin erat dengan DMI dan seluruh takmir masjid. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong masjid agar semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, pembinaan akhlak, penguatan moderasi beragama, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang berkesinambungan, KUA Umbulharjo terus berkomitmen mendukung terwujudnya kehidupan keagamaan yang religius, harmonis, dan berkemajuan di tengah masyarakat.(Sugi)