Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo Berikan Pelatihan Ruqyah kepada Mahasiswa Magang UNU
Umbulharjo, (7/10/2026)— Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Sugiharto, memberikan pelatihan ruqyah kepada mahasiswa magang Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Balai Nikah KUA Kemantren Umbulharjo, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah salat Ashar berjamaah di masjid dan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai. Pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan bagi mahasiswa magang sekaligus pengenalan metode ikhtiar spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan doa kepada Allah SWT.
Dalam pelatihan tersebut, Sugiharto menjelaskan salah satu metode ruqyah berupa Asma’ ke dalam air, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai syifa’ atau sarana ikhtiar kesembuhan. Metode yang diperkenalkan merupakan ruqyah standar dengan pembacaan beberapa surah dan ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzatain).
Selain pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, peserta juga diberikan pemahaman bahwa ruqyah merupakan bentuk ikhtiar spiritual dengan memohon pertolongan dan kesembuhan kepada Allah SWT. Dengan demikian, keyakinan utama tetap ditujukan kepada Allah SWT, sementara Al-Qur’an menjadi petunjuk, doa, dan sarana ikhtiar dalam memperoleh kesembuhan.
Kepala KUA Umbulharjo, Sehona, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda sekaligus memperkuat pemahaman bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, Al-Qur’an dapat kita jadikan sebagai salah satu ikhtiar dalam memperoleh kesembuhan, terutama dalam menjaga kesehatan hati dan melakukan tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, di samping tetap memperhatikan ikhtiar medis maupun penanganan yang diperlukan,” ujar Sehona.
Kegiatan pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif. Para mahasiswa magang UNU mengikuti penjelasan dan praktik yang diberikan dengan antusias. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga memahami pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, ketenangan batin, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA Umbulharjo dalam memperluas pembinaan keagamaan yang edukatif, aplikatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. (Sugi).
