Semangat Maulid Nabi, Penyuluh Agama KUA Umbulharjo Perkuat Literasi Al-Qur’an dan Pengetahuan Kenabian di SDN Giwangan

WhatsApp Image 2026-09-04 at 11.11.19

Umbulharjo, Jumat, 01/09/2026 — Dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan sejak usia dini, ASN Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Umbulharjo melaksanakan tugas MDA di SDN Giwangan, Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Sugiharto, Isni Sulistyowati, dan Ahmad Fadlan, sebagai bagian dari program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an sekaligus upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Suasana pembelajaran semakin bermakna dengan semangat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah proses pembelajaran Al-Qur’an selesai, para penyuluh menyisipkan diskusi keagamaan interaktif mengenai nama-nama nabi dan rasul beserta tugas, keteladanan, serta mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada mereka.

Diskusi tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengenal para nabi dan rasul secara lebih dekat, tidak hanya dari sisi nama dan kisahnya, tetapi juga memahami nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, amanah, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo berharap kegiatan MDA tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an semata, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, memahami dasar-dasar ajaran agama, serta memiliki akhlak yang baik.

“Pembelajaran Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan penguatan pengetahuan keagamaan dan akhlak. Dengan mengenalkan kisah para nabi dan rasul sejak dini, diharapkan siswa memiliki figur teladan dan semakin termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan pembinaan ini juga mendapat dukungan dari Kepala KUA Kemantren Umbulharjo, Sehona, S.Ag. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan edukasi keagamaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Melalui kegiatan MDA yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KUA Kemantren Umbulharjo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an, meningkatkan literasi keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi dan akhlak mulia kepada generasi muda.
Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai ajaran Islam, memahami keteladanan para nabi dan rasul, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.(Sugi).